itsme
itsme › Sosial, Umum

on Sabtu, 29 Agustus 2015

Ini Alasan Mengapa Rupiah Melemah


Akhir-akhir ini mata uang negara kita yakni Rupiah sedang mengalami plemahan terburuk sejak tahun 1998. Banyak dari masyarakat awam yang mengkambing hitam kan pemerintah negara ini, namun tidak 100% salah pemerintah.

Secara garis besar faktor utamanya adalah karena perbaikan ekonomi negara Amerika Serikat. Dulu ketika tahun 2008 perekonomian Amerika mengalami krisis, lalu semenjak itu mereka memperbaiki perekonomian mereka dengan berbagai kebijakan sehingga menyebabkan mata uang Dollar menguat.

Akibat Dollar menguat membuat mata uang negara-negara lain tertekan dan akhirnya melemah dan salah satu mata uang yang melemah adalah Rupiah. Amerika memperbaiki ekonominya dengan sebuah paket kebijakan yang dalam bahasa ekonominya adalah Quantitative Easing atau dengan menyuntikan dana stimulus untuk membangkitkan gairah ekonomi mereka dari terpaan krisis, atau dengan kata lain merek memompa Dollar baru (dengan cara membeli obligasi) yang kemudian digunakan sebagai stimulus ekonomi yang diharapkan dapat memutar ulang perekonomian mereka. Lalu oleh para investor dana itu banyak di investasikan ke negara-negara berkembang seperti Indonesia.

Kemudian setelah ekonomi Amerika Serikat membaik akibat stimulus tersebut, mereka mengeluarkan kebijakan lagi dengan nama Tapering Off atau dengan cara memotong dana stimulus tersebut, lalu karena dana stimulus tersebut dipotong, banyak dari para investor pulang ke Amerika dan membuat Dollar jadi kembali ke negara asalnya, akibatnya jumlah Dollar menjadi sedikit dan nilainya makin berharga. Hal itu menekan mata uang global khususnya bagi negara-negara berkembang termasuk Indonesia, yang awalnya merasakan dana stimulus dari para investor yang kemudian tiba-tiba menghilang begitu saja.

Akibat Dollar menguat, perekonomian global pun menjadi lesuh. Seperti Tiongkok yang perekonomiannya melambat dan masih banyak faktor lainnya lagi, menyebabkan komoditas ekspor andalan Indonesia seperti; batu bara, kelapa sawit, dan karet mengalami sepi peminat, dan neraca perdagangan kita menjadi anjlok karena kita bisa meng-impor banyak namun hanya bisa meng-ekspor sedikit. Faktanya, neraca perdagangan Indonesia mengalami defisit selama tiga tahun.


Kesimpulannya, pelemahan mata uang Rupiah disebabkan oleh perbaikan ekonomi Amerika Serikat dan di kontribusikan oleh neraca perdagangan Indonesia sendiri. Tidak cuma di Indonesia saja pelemahan terjadi namun juga melanda banyak negara lain dan bahkan banyak yang lebih buruk dari Indonesia.

Jika kurang jelas dengan artikelnya, lihat video dibawah ini yang di upload oleh akun bernama Kok Bisa?